Macau Residents Fall Victim to Southeast Asia Casino Job Scams

Warga Makau Menjadi Korban Penipuan Pekerjaan Kasino Asia Tenggara

Polisi Kehakiman China telah menerima laporan lima kasus warga Makau yang ditipu untuk melakukan pekerjaan ilegal yang melibatkan kegiatan penipuan atau perdagangan manusia di berbagai negara di Asia Tenggara.

Warga Muda Makau Tergoda dengan Gaji Tinggi untuk Bekerja di Luar Negeri yang Meragukan

Penduduk Makau tergoda dengan pekerjaan kasino yang membayar gaji tinggi yang mencurigakan sebesar $5.000 atau lebih di negara-negara seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Laos.

Seorang juru bicara dari Polisi Kehakiman telah berbagi informasi pada konferensi pers yang diadakan pada 18 Agustus bahwa dua pria dan tiga wanita melaporkan tawaran yang mereka atau anggota keluarga mereka terima yang melibatkan pekerjaan di kasino di luar negeri. Semua korban adalah anak-anak muda berusia dua puluhan.

Salah satu kasus dilaporkan oleh seorang wanita muda yang saudara laki-lakinya dipancing ke Laos dengan posisi hubungan masyarakat di sebuah kasino tempat temannya bekerja. Dia ditawari $5.000 sebagai pembayaran bulanan tetapi ketika dia tiba ternyata dia dipaksa untuk melakukan kegiatan penipuan. Dia akhirnya berhasil melarikan diri. Situsnya melaporkan bahwa dia sekarang aman dan berada di negara lain di Asia Tenggara.

Seorang pria lain juga menerima tawaran serupa untuk pekerjaan PR dengan gaji tinggi tetapi melihat laporan penipuan pekerjaan di berita sehingga dia memutuskan untuk tidak pergi dan melaporkan kasus itu ke polisi.

Polisi juga berhasil membujuk tiga wanita yang akan pergi ke Kamboja untuk pekerjaan di kasino untuk menyerahkan perjalanan mereka.

Polisi Peringatkan Masyarakat untuk Waspada

Konferensi pers yang diadakan oleh Polisi Yudisial bertujuan untuk memperingatkan warga tentang risiko yang ditimbulkan oleh tawaran pekerjaan tersebut. Polisi menjelaskan bahwa tawaran pekerjaan penipuan datang melalui situs web, media sosial atau bahkan teman dan kerabat. Mereka memperingatkan orang-orang untuk waspada dan tidak terlalu memaksakan diri, terutama jika tawaran itu mencakup kondisi kerja dan pembayaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Para korban penipuan pekerjaan tersebut biasanya dipancing ke luar negeri dan kemudian dijebak. Bahkan terkadang mereka disandera atau dikurung dan dipaksa melakukan kegiatan ilegal seperti penipuan telepon, misalnya.

Laporan serupa dari Hong Kong

Kasus serupa telah dilaporkan oleh pihak berwenang di Hong Kong. 20 Warga Hong Kong telah ditipu dengan tawaran pekerjaan penipuan seperti di luar negeri, di mana mereka terjebak dan mereka atau kerabat mereka mencoba untuk mendapatkan bantuan dari polisi Hong Kong. Polisi melaporkan bahwa 8 masih belum terdeteksi di Myanmar, sementara 12 sudah aman dengan 10 di antaranya kembali ke Hong Kong. Pihak berwenang Hong Kong telah membentuk satuan tugas khusus yang bertujuan untuk melacak dan membantu para korban penipuan tersebut.

Author: Brandon Coleman